Selasa, 24 November 2015

Antara sahabat dan rasa ini



aku mengenalmu dari awal kita bertemu, dari sapaan yang biasa lama-lama jadi akrab. Dari yang ga tau namamu jadi tau semua tentangmu. Bari yang bukan siapa-siapa jadi sahabat dekat, Dari yang Cuma kata aku dan kamu, tapi sekarang jadi kita. Kita jalani hari bersama bercanda bersama, menangis bersama, serasa tanpa beban di saat kita bersama. Persahabatan ini terasa begitu indah.  Seiring waktu, ada perasaan aneh yang timbul di hati ini, perasaan yang tak tau dari mana datangnya, perasaan yang tak mampu untuk jauh darimu. Memang komitmen kita dari awal ga ada kata cinta diantara kita, tapi apa dayaku, aku tak mampu menahan cinta ini tumbuh. Aku tak bisa membohongi diriku, kalau aku sayang sama kamu melebihi arti sahabat ini. Tapi aku juga ga mampu untuk ngutarain perasaan ini. Karena aku tak mau ngerusak persahabatan indah kita.
Aku tau semua tentangmu dan sebaliknya kamu pun juga tau semua tentangku. Kamu sering cerita ke aku soal pasanganmu, dan aku hanya bisa mendengarkan ceritamu dengan menahan rasa cemburu ini terlihat olehmu. Mungkin aku orang paling bodoh, aku mampu membuatmu tertawa saat kau menangis tapi aku tak mampu membuat hati ini tertawa. aku hanya jadi pendengar setiamu bukan tujuan akhirmu.

Senin, 23 November 2015

Aku dan gelapku


Disini ditempat ini..
Ku hanya menanti harapan yang kelabu, tanpa setitik cahaya yang menuntun jalan yang ku tempuh..
Disini dihari ini....
Hanya kesendirian yang ku rasakan, serasa tiada waktu yang berjalan dihari-hariku...
Disini dikehidupan ini....
Serasa tiada hasrat tuk menciptakan suasana hangat, hanya dingin tiada apapun....
Disini diperasaan ini.....
Seperti hujan deras yang mengiring i perjalanan ini, hanya kesedihan kegelapan yang ku rasa.....

Suara indah yang kudengar dulu hanya tinggal gemuruh tetesan hujan yang jatuh disetiap langkah ini.. aku disini sendiri terpuruk oleh kegelapan yang kuciptakan sendiri... aku dan kegelapanku

Selasa, 17 November 2015

sebatas teman

aku mengenalmu, tanpa mengerti alasan Tuhan mengenalkanku padamu. kamu selalu mampu melukisknan senyum di bibirku, walaupun itu cuma melalui pesan singkat yang kau kirimkan dari ponsel pribadimu. munkin sejak saat kau lukiskan pelangi di bibirku, aku selalu ada di sampingmu, menjadi sosok paling setia yang ada di hidupmu dan di setiap harimu. serta menjadi sosok pengagum rahasiamu yang diam-diam mencintaimu. hari demi hari kita lewati bersama, tawa candamu membuat hati ini tak sanggup untuk menyembunyikan perasaanku cintaku padamu. maaf jika aku tak mampu membohongin perasaanku. rasanya ingin menahanmu disini, tak inginkan kau pergi dari ku.  Tapi aku siapa?? aku tak berhak menahanmu, untuk memilikimu saja aku ga mampu. Aku ini hanya temanmu, pelarianmu, tempatmu mengeluh, tapi bukan untuk jadi tujuanmu. aku selalu bertanya - tanya untuk mencari jawaban mengapa aku bisa sangat mencintaimu?.  namun sampe saat ini aku tak mendapat jawaban itu. sebagai manusia aku tak bisa memilih untuk jatuh cinta sama siapa!! kamu teteskan airmatamu di pundakku, kamu luapkan semua amarah kepadaku. aku disampingmu tapi jiwamu, perhatianmu, rasa sayangmu hanya untuknya, aku pemeran paling baik dan paling munafik. ku perlihatkan senyum manismu saat didekatmu, tapi paling munafik di hatiku. di depanmu aku bahagia melihatmu bersamanya tapi hati ini menangis melihat kejadian itu. canda tawaku yang terdengar ditelingamu, tapi jadi tangis di hatiku. aku mencintaimu tapi sampai kapan hubungan ini hanya sebatas teman??

Kamis, 29 Oktober 2015

ENTAH



Aku ga tau apa yang harus aku lakukan saat cinta datang menghampiri relung hatiku. Haruskah aku ingkari perasaanku saat ini, bahwa aku mencintai dirimu didalam hatiku yang paling dalam. Ingin sekali kutatap kedua mata itu, dank u ucapkan semua rasa yang ku simpan dihati kecilku. Ingin rasanya ku genggam jemari tangan itu, dan aku nyatakan segala rasa yang terpendam dalam jiwaku. Hanya senyuman yang dapat aku berikan, dan aku berharap dia mengerti tentang perasaanku kalau aku menyanyanginya.

Selasa, 20 Oktober 2015

renungan hati

edisi spesial..!!
memang sih aku bukan seorang mario teguh ataupun motivator yang handal, dan aku bukan orang yang pintar untuk membawa kalian merenungkan diri.


  Ibu, sosok wanita yang sangatlah berarti dalam hidup ini, tanpa beliau, kita mungkin tak dapat merasakan gimana rasanya bernafas, tidak bisa hidup dan tumbuh besar seperti saat ini. Saat kita dalam kandungan,  Beliau rela membawa kita kemanapun beliau pergi. Beliau tak mengeluh membawa kita yang mungkin setiap saat bertambah berat tubuh kita ini sampai kurang lebih Sembilan bulan kita dalam rahimnya. Beliau rela mengorbankan nyawanya, berjuang hidup dan mati saat proses melahirkan menahan sakit yang amat sangat... Karena apa?? Cuma karena ingin melihat kita hidup di dunia ini, Cuma buat kita, kawan…!! Bukan buat dirinya atau pun orang lain..!! Cuma buat kita, sosok ibu rela melakukan itu semua..!!

Disaat mendengar kita menangis untuk pertama kalinya di dunia ini, semua rasa sakit dan lelah yang beliau rasakan, seketika lenyap dan menghilang.. berganti dengan rasa senang dan bahagia melihat anak yang dikandungnya lahir ke bumi dengan sehat. Ga Cuma sampe situ pengorbanan beliau untuk kita. Beliau juga rela bangun dalam tidur malamnya ketika kita menangis karana laper ataupun buang air. Beliau rela mengendong kita tanpa menggiraukan capek yang beliau rasakan.

Sekarang mari kita flashback masa-masa kecil kita, saat awal kita masuk sekolah. Ibu selalu ngantar kita ke sekolah, sampe beliau rela menunggu kita pulang dari sekolah. Terus saat kita ngerengek-rengek minta sesuatu yang yang mungkin belum bisa beliau turuti, tapi apa yang terjadi? Beliau malah berusaha mati-matian buat nurutin apa yang kita minta. demi apa beliau rela ngelakuin itu kawan?? Cuma demi kita kawan!! Seberapa nakalnya kita, seberapa bandelnya kita saat itu, tapi ibu ga pernah marah apalagi mukul kita, beliau Cuma memberi peringatan doang terhadap kita yang nakal waktu itu

Ketika kita menganjak remaja, kita juga masih bikin susah bahkan bikin malu beliau. Mungkin diantara kalian pernah dipanggil BK di sekolah kalian, gara-gara ga masuk lah, berantem lah, ketahuan ngerokok lah, banyak deh pokok. Pasti pernah kan? Dan bayangkan betapa malunya orang tua kita saat tau ternyata kita dipanggil BK. Terus saat kita minta gadget yang mungkin harganya terbilang mahal bagi orang tua. Apa yang kita lakukan? Apa mungkin kita Pasrah dengan keadaan orang tua yang mungkin memang belum bisa beliin itu untuk kita? Nggak mungkin!! Pasti kita malah mogok makan bahkan sampe mogok sekolah cuma gara-gara minta gadget doang, iya kan??. Terus saat kita putus sama pacar kita dan mungkin saat itu kita mewek terus di dalam kamar sampe kita ga nafsu makan dan bahkan kadang kita malah memarahi ibu kita saat hati lagi kacau seperti itu. Apa itu balasan kita terhadap orang yang melahirkan dan membesarkan kalian sampe saat ini?. Apa itu hadiah untuk ibu kita?
Mari kawan kita ranungkan sejenak dosa apa saja yang kita lakukan?, apa yang telah kita berikan kepada ibu kita. Sudahkah kita membuat beliau tersenyum? Ataukah malah kita sering membuat beliau mengeluarkan airmata kerena kelakuan kita selama ini?  Atau mungkin kita bahkan pernah membentak beliau dengan kata-kata kasar “dasar ibu cerewet,” atau malah kita menolak perintahnya dengan nada tinggi yang membuat air mata ibu kita keluar??  Senakal-nakalnya kita beliau masi mau menyebut nama kita dalam doa-doanya.

coba deh kita bayangkan, kalau kita dengan gagahnya mengenakan toga. Sampe rumah melihat sosok wanita separuh baya, menanti kedatangan kita kerumah mengenakan toga tersebut di depan rumah. Wanita yang taka sing lagi bagi kita. Wanita yang sering mengomeli kita dengan alas an yang jelas. Wanita yang ada saat kita butuh pelukan. Wanita yang selalu mensupport kita apapun yang kita lakukan. Wanita yang selalu ada buat kita. Lihatlah wajah beliau yang tak lagi muda. Lihat kulitnya yang tak lagi kencang, dan lihat air mata kebahagiaan yang keluar dari matanya saat kita mengenaka toga itu. Dengan langkah kecil kita mulai mendekat ke beliau. Lihat senyam beliau yang paling indah. di depan beliau, mari kita katakan semua ungkapan yang tak prnah kita ungkapkan, mari kita minta maaf serta berterima kasih atas semua pengorbanannya selama ini

Rabu, 14 Oktober 2015

Cinta Kacamata Anak


                Jadi anak kecil itu simple. Kenapa simple? Coba deh kalian semua flashback masa-masa kecil kalian dulu. Mau ini tinggal ngomong pasti dikasih ma orang tua, kalo ga dikasih, pasti senjata utama anak kecil menangis pan orang tua pasti ga tega melihatnya. Begitu juga dengan cinta pada masa-masa anak-anak itu juga simple. Coba deh kalian flashback lagi pada masa anak-anak. Pasti kalian pernah suka sama seseorang pada masa anak-anak? Pernah kan? CINTA masa anak-anak itu tulus, kenapa demikian? Coba deh kalian fikirin cinta masa dewasa yang penuh sandiwara, ada perselingkuhan lah, ada LDR lah, ada Cinta Bertepuk Sebelah Tangan lah dan banyak deh pokoknya. Sekarang bandingin sama cinta pada masa anak-anak, mereka cuma tau CINTA itu Aku Suka Kamu..!! ga lebih dari itu. Ga ada kok yang namanya LDR apalagi Selingkuh.
                Cinta masa anak-anak itu ga kenal rupa harta apalagi tahta. Yang penting meraka merasa nyaman deket ma seseorang, mereka akan suka seseorang itu. Simple kan?? Tanpa ada pemikiran yang lain dari mereka. Cinta mereka tak pernah menyakitkan apalagi samapai mengeluarkan air mata seperti cinta orang dewasa, yang sering menangis karena luka hati.
                Intinya jadiin cinta kalian seperti cinta pada masa anak-anak yang Cuma mengenal istilah AKU SUKA KAMU.! Ga lebih dari itu. Tanpa ada istilah selingkuh dan diselingkuhin, istilah luka hati, ataupun SANDIWARA CINTA.

Senin, 12 Oktober 2015

CINTA BEDA KASTA....

Datangnya cinta memang tidak bisa ditebak, tidak mengenal waktu dan tempat, tidak memandang tua, muda, bahkan terkadang cinta memanahkan panah asmaranya kepada dua insan yang beda status kelas sosialnya.
Dalam masalah cinta yang beda status kelas sosial memang diperlukan suatu proses yang matang dan dewasa. Seperti misalnya saling menghargai, saling memahami dan saling menjaga ego masing-masing, tidak ingin menang sendiri. Yang status kelas sosialnya lebih tinggi harus bisa lebih memahami pasangan yang statusnya lebih bawah. Jangan malah sering memojokkan pasangan anda.
Bukankah cinta tidak memandang harta? Bukankah cinta tidak memerlukan alasan kenapa dan bagaimana kita bisa mencintai seseorang? Dalam sebuah hubungan terutama sebuah hubungan beda status sosial komunikasi dan kejujuran itu sangat penting, karena dengan adanya komunikasi yang rutin dan sebuah kejujuran, akan terjadi keutuhan cinta yang menjadikan sebuah hubungan yang bahagia. Karena kebohongan hanya akan membuat hubungan menjadi tidak dihargai.
Terkadang pasangan yang status sosialnya lebih tinggi daripada pasangannya, biasanya dia akan bersikap tinggi hati dan besar kepala serta suka meremehkan pasangannya dan orang lain, menganggap orang lain tidak ada apa-apanya, melihat orang lain sebelah mata. Dan sebaliknya pasangan yang status  sosialnya lebih bawah dari pasangannya, biasanya merasakan minder terhadap pasangannya, bahkan terkadang dia punya pikiran untuk menjauh dan menghindar dari pasangannya itu karena menganggap dia tidak pantas untuk pasangannya
Tapi apabila memang kita sudah ditakdirkan Allah untuk mengenal dan menikah dengan orang yang status sosialnya lebih tinggi dari kita, tanpa ada suatu niatan kita untuk membohongi ataupun menipu (hanya ingin mengeruk kekayaan pasangannya) Insya Allah, Allah akan menakdirkan dengan menaikkan status sosial kita, melayakkan kita untuk berada disamping pasangan kita.

 Jadi cinta beda status sosial itu diperlukan sikap saling menghargai dan saling memahami, yang status sosialnya lebih tinggi dari pasangannya, mantabkan hati dan terimalah dia dengan apa adanya. Dan status sosialnya lebih bawah dari pasangannya, yakinkan hati pasangan anda untuk menerima anda apa adanya dan janganlah anda memanfaatkan sebuah kebaikan yang diberikan untuk anda.