memang sih aku bukan seorang mario teguh ataupun motivator yang handal, dan aku bukan orang yang pintar untuk membawa kalian merenungkan diri.
Ibu, sosok wanita
yang sangatlah berarti dalam hidup ini, tanpa beliau, kita mungkin tak dapat
merasakan gimana rasanya bernafas, tidak bisa hidup dan tumbuh besar seperti
saat ini. Saat kita dalam kandungan,
Beliau rela membawa kita kemanapun beliau pergi. Beliau tak mengeluh
membawa kita yang mungkin setiap saat bertambah berat tubuh kita ini sampai
kurang lebih Sembilan bulan kita dalam rahimnya. Beliau rela mengorbankan
nyawanya, berjuang hidup dan mati saat proses melahirkan menahan sakit yang
amat sangat... Karena apa?? Cuma karena ingin melihat kita hidup di dunia ini,
Cuma buat kita, kawan…!! Bukan buat dirinya atau pun orang lain..!! Cuma buat
kita, sosok ibu rela melakukan itu semua..!!
Disaat mendengar kita menangis untuk pertama kalinya di
dunia ini, semua rasa sakit dan lelah yang beliau rasakan, seketika lenyap dan
menghilang.. berganti dengan rasa senang dan bahagia melihat anak yang
dikandungnya lahir ke bumi dengan sehat. Ga Cuma sampe situ pengorbanan beliau
untuk kita. Beliau juga rela bangun dalam tidur malamnya ketika kita menangis
karana laper ataupun buang air. Beliau rela mengendong kita tanpa menggiraukan
capek yang beliau rasakan.
Sekarang mari kita flashback masa-masa kecil kita, saat awal
kita masuk sekolah. Ibu selalu ngantar kita ke sekolah, sampe beliau rela
menunggu kita pulang dari sekolah. Terus saat kita ngerengek-rengek minta
sesuatu yang yang mungkin belum bisa beliau turuti, tapi apa yang terjadi? Beliau
malah berusaha mati-matian buat nurutin apa yang kita minta. demi apa beliau
rela ngelakuin itu kawan?? Cuma demi kita kawan!! Seberapa nakalnya kita,
seberapa bandelnya kita saat itu, tapi ibu ga pernah marah apalagi mukul kita,
beliau Cuma memberi peringatan doang terhadap kita yang nakal waktu itu
Ketika kita menganjak remaja, kita juga masih bikin susah
bahkan bikin malu beliau. Mungkin diantara kalian pernah dipanggil BK di
sekolah kalian, gara-gara ga masuk lah, berantem lah, ketahuan ngerokok lah,
banyak deh pokok. Pasti pernah kan? Dan bayangkan betapa malunya orang tua kita
saat tau ternyata kita dipanggil BK. Terus saat kita minta gadget yang mungkin
harganya terbilang mahal bagi orang tua. Apa yang kita lakukan? Apa mungkin kita
Pasrah dengan keadaan orang tua yang mungkin memang belum bisa beliin itu untuk
kita? Nggak mungkin!! Pasti kita malah mogok makan bahkan sampe mogok sekolah cuma
gara-gara minta gadget doang, iya kan??. Terus saat kita putus sama pacar kita
dan mungkin saat itu kita mewek terus di dalam kamar sampe kita ga nafsu makan
dan bahkan kadang kita malah memarahi ibu kita saat hati lagi kacau seperti
itu. Apa itu balasan kita terhadap orang yang melahirkan dan membesarkan kalian
sampe saat ini?. Apa itu hadiah untuk ibu kita?
Mari kawan kita ranungkan sejenak dosa apa saja yang kita
lakukan?, apa yang telah kita berikan kepada ibu kita. Sudahkah kita membuat
beliau tersenyum? Ataukah malah kita sering membuat beliau mengeluarkan airmata
kerena kelakuan kita selama ini? Atau mungkin
kita bahkan pernah membentak beliau dengan kata-kata kasar “dasar ibu cerewet,”
atau malah kita menolak perintahnya dengan nada tinggi yang membuat air mata
ibu kita keluar?? Senakal-nakalnya kita
beliau masi mau menyebut nama kita dalam doa-doanya.
coba deh kita bayangkan, kalau kita dengan gagahnya mengenakan toga. Sampe rumah melihat sosok wanita separuh baya, menanti kedatangan kita kerumah mengenakan toga tersebut di depan rumah. Wanita yang taka sing lagi bagi kita. Wanita yang sering mengomeli kita dengan alas an yang jelas. Wanita yang ada saat kita butuh pelukan. Wanita yang selalu mensupport kita apapun yang kita lakukan. Wanita yang selalu ada buat kita. Lihatlah wajah beliau yang tak lagi muda. Lihat kulitnya yang tak lagi kencang, dan lihat air mata kebahagiaan yang keluar dari matanya saat kita mengenaka toga itu. Dengan langkah kecil kita mulai mendekat ke beliau. Lihat senyam beliau yang paling indah. di depan beliau, mari kita katakan semua ungkapan yang tak prnah kita ungkapkan, mari kita minta maaf serta berterima kasih atas semua pengorbanannya selama ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar