Senyum dan tatapan itu selalu terngiang di dalam
ingatanku, aku bahagia melihat dirinya bahagia, aku juga sedih melihat dirinya
kala waktu itu ada masalah yang menghampirinya. Selama setahun ini aku selalu
menyembunyikan perasaan terhadap dirinya, dalam diam aku selalu memperhatikan
dia, aku tidak punya keberanian sedikitpun untuk menunjukkan bahwa ada rasa di
dalam hati ini untuk dirinya. Aku tidak berani untuk menyalakan tanda yang akan
membuatnya semakin tahu, melihat senyum yang mengembang di bibirnya saja sudah
cukup membuat hatiku senang. Berada didekatnya adalah kebahagiaan yang tidak
dapat aku ungkapkan dengan kata-kata yang pernah aku katakan..
Setelah memendam perasaan ini sekian lama, akhirnya aku tahu kalau kamu sudah ada yang memiliki.. Damnn..!!!! hatiku rasanya tidak percaya dengan semua yang terjadi.. Apa kamu tahu apa yang sedang hatiku rasakan, saat aku mendengarkan kamu bercerita tentang dirinya kepadaku dengan wajah yang amat sangat sumringah dan penuh semangat. Dadaku serasa sesak, ingin aku menangis, tapi tak ingin kutunjukkan kesedihan hatiku dihadapanmu, aku mencoba untuk tersenyum penuh ikhlas.
Meski pada kenyataanya, di dasar hatiku mengerang kesakitan, batinku serasa tergoncang, ingin ku menangis sekuat-kuatnya. Dan aku hampir tidak merasakan dimana tempat ku berpijak. Aku masih mengharapkannya tapi disisi lain hatiku terasa sakit.
Aku berharap kamu menjadi milikku seutuhnya, tapi itu tidak mungkin. Aku selalu berharap kau mengetahui apa yang aku rasakan untukmu. Aku disini yang selalu mengingatmu, aku yang selalu memikirkanmu, aku yang selalu berusaha ada untuk mu.
Saat dirinya membuat mu terluka dan membuat mu sedih, aku ingin merengkuhmu tapi aku tak mempunyai keberanian untuk melakukan itu, aku tetap memakai topeng sebagai seorang sahabat. Aku tahu dirinya menyayangimu meski tidak sebesar rasa sayangku padamu.
Kenapa aku selalu dipermainkan kata cinta dan tidak pernah bertemu pada sosok masih sendiri, kenapa aku selalu dipertemukan saat dirimu sudah ada yang lain. Aku tak bisa menyembunyikan dan membohongi hatiku ketika ku tahu kau dan dirinya mengulang kisah asmara kalian. Rasa cemburu itu tumbuh dalam hatiku, dan perasaan ini membuat hatiku tersiksa dan tertekan.
Hari berganti hari Aku selalu merenung akankah aku bisa menghadapi semua ini, melihatmu tertawa, bercanda dengan dirinya didepan mataku. Ku dekap malam dengan penuh kegelapan yang kian kelam, disetiap tidur malam ku selalu memimpikan tentang hadirmu. Aku hanya bisa meraih bayangmu yang semu, aku hibur kerapuhan hatiku dengan doa, semoga kamu dan dirinya akan selalu bersama berbahagia selalu.
Aku yakin aku tidak bisa memperjuangkan hati ini untuk mu, mungkin aku harus mundur perlahan, mencoba melupakan dan membuang perasaan yang hadir untuk mu. Semoga suatu hari nanti Allah mempertemukan aku dengan seseorang yang mau memperjuangkan dan mengistimewakan diriku, mau menerimaku dengan segala kekuranganku, dan kesederhanaannya lah yang bisa membuat hatiku damai.
Ya sekedar nasehat, jika kalian menyukai seseorang yang kalian sudah tau akhirnya yaitu tak akan mendapatkannya, lebih baik menghindar. Dan menghindar sebelum rasa suka makin membesar.
Setelah memendam perasaan ini sekian lama, akhirnya aku tahu kalau kamu sudah ada yang memiliki.. Damnn..!!!! hatiku rasanya tidak percaya dengan semua yang terjadi.. Apa kamu tahu apa yang sedang hatiku rasakan, saat aku mendengarkan kamu bercerita tentang dirinya kepadaku dengan wajah yang amat sangat sumringah dan penuh semangat. Dadaku serasa sesak, ingin aku menangis, tapi tak ingin kutunjukkan kesedihan hatiku dihadapanmu, aku mencoba untuk tersenyum penuh ikhlas.
Meski pada kenyataanya, di dasar hatiku mengerang kesakitan, batinku serasa tergoncang, ingin ku menangis sekuat-kuatnya. Dan aku hampir tidak merasakan dimana tempat ku berpijak. Aku masih mengharapkannya tapi disisi lain hatiku terasa sakit.
Aku berharap kamu menjadi milikku seutuhnya, tapi itu tidak mungkin. Aku selalu berharap kau mengetahui apa yang aku rasakan untukmu. Aku disini yang selalu mengingatmu, aku yang selalu memikirkanmu, aku yang selalu berusaha ada untuk mu.
Saat dirinya membuat mu terluka dan membuat mu sedih, aku ingin merengkuhmu tapi aku tak mempunyai keberanian untuk melakukan itu, aku tetap memakai topeng sebagai seorang sahabat. Aku tahu dirinya menyayangimu meski tidak sebesar rasa sayangku padamu.
Kenapa aku selalu dipermainkan kata cinta dan tidak pernah bertemu pada sosok masih sendiri, kenapa aku selalu dipertemukan saat dirimu sudah ada yang lain. Aku tak bisa menyembunyikan dan membohongi hatiku ketika ku tahu kau dan dirinya mengulang kisah asmara kalian. Rasa cemburu itu tumbuh dalam hatiku, dan perasaan ini membuat hatiku tersiksa dan tertekan.
Hari berganti hari Aku selalu merenung akankah aku bisa menghadapi semua ini, melihatmu tertawa, bercanda dengan dirinya didepan mataku. Ku dekap malam dengan penuh kegelapan yang kian kelam, disetiap tidur malam ku selalu memimpikan tentang hadirmu. Aku hanya bisa meraih bayangmu yang semu, aku hibur kerapuhan hatiku dengan doa, semoga kamu dan dirinya akan selalu bersama berbahagia selalu.
Aku yakin aku tidak bisa memperjuangkan hati ini untuk mu, mungkin aku harus mundur perlahan, mencoba melupakan dan membuang perasaan yang hadir untuk mu. Semoga suatu hari nanti Allah mempertemukan aku dengan seseorang yang mau memperjuangkan dan mengistimewakan diriku, mau menerimaku dengan segala kekuranganku, dan kesederhanaannya lah yang bisa membuat hatiku damai.
Ya sekedar nasehat, jika kalian menyukai seseorang yang kalian sudah tau akhirnya yaitu tak akan mendapatkannya, lebih baik menghindar. Dan menghindar sebelum rasa suka makin membesar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar